Dalam pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup selama ini, dijumpai berbagai situasi permasalahan antara lain :
1. rendahnya partisipasi masyarakat untuk berperan dalam
Pendidikan
Lingkungan Hidup yang disebabkan oleh kurangnya
pemahaman terhadap
permasalahan pendidikan lingkungan yang
ada, rendahnya tingkat kemampuan
atau keterampilan dan
rendahnya komitmen masyarakat dalam menyelesaikan
permasalahan
tersebut.
2. pemahaman pelaku pendidikan terhadap pendidikan lingkungan
yang masih
terbatas menjadi kendala pula. Hal ini dapat
dilihat dari persepsi para
pelaku Pendidikan Lingkungan Hidup
yang sangat bervariasi. Kurangnya
komitmen pelaku pendidikan
juga mempengaruhi keberhasilan pengembangan
Pendidikan
Lingkungan Hidup. Dalam jalur pendidikan formal, masih ada
kebijakan sekolah yang menganggap bahwa Pendidikan Lingkungan
Hidup
tidak begitu penting sehingga membatasi ruang dan
kreativitas pendidik
untuk mengajarkan Pendidikan Lingkungan
Hidup secara komprehensif
3. Sarana dan prasarana dalam Pendidikan Lingkungan Hidup juga
memegang
peranan penting. Namun demikian, umumnya hal ini
belum mendapatkan
perhatian yang cukup dari para pelaku.
Pengertian terhadap sarana dan
prasarana untuk Pendidikan
Lingkungan Hidup seringkali disalahartikan
sebagai sarana
fisik yang berteknologi tinggi sehingga menjadi faktor
penghambat tumbuhnya motivasi dalam pelaksanaan Pendidikan
Lingkungan
Hidup.
4. Kurangnya kemampuan Pemerintah untuk mengalokasikan dan
meningkatkan
anggaran pendidikan lingkungan juga mempengaruhi
perkembangan Pendidikan
Lingkungan Hidup tersebut. Selain itu,
pelaksanaan Pendidikan Lingkungan
Hidup di berbagai instansi
baik pemerintah maupun swasta tidak dapat
maksimal karena
terbatasnya dana/anggaran dan kemungkinan penggunaannya
yang
kurang efisien dan efektif.
sumber : http://gosaveearth.wordpress.com/2012/11/15/pengantar-pendidikan-lingkungan-hidup/
Rabu, 12 Juni 2013
Pendidikan Lingkungan Hidup di Indonesia
1. Pengertian dan Definisi
Pendidikan Lingkungan Hidup adalah upaya mengubah perilaku dan sikap yang dilakukan oleh berbagai pihak atau elemen masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai lingkungan dan isu permasalahan lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang
2. Tujuan, Sasaran, dan Ruang Lingkup Kebijakan
1. Tujuan
Tujuan Pendidikan Lingkungan Hidup:
Mendorong dan memberikan kesempatan kepada masyarakat memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap yang pada akhirnya dapat menumbuhkan kepedulian, komitmen untuk melindungi, memperbaiki serta memanfaatkan lingkungan hidup secara bijaksana, turut menciptakan pola perilaku baru yang bersahabat dengan lingkungan hidup, mengembangkan etika lingkungan hidup dan memperbaiki kualitas hidup.
Sesuai dengan tujuan Pendidikan Lingkungan Hidup, maka kebijakan Pendidikan Lingkungan Hidup di Indonesia disusun untuk menciptakan iklim yang mendorong semua pihak agar berperan dalam pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup untuk pelestarian lingkungan hidup.
2. Sasaran
Sasaran kebijakan Pendidikan Lingkungan Hidup adalah:
a. terlaksananya Pendidikan Lingkungan Hidup di lapangan
sehingga dapat tercipta kepeduiian dan komitmen masyarakat
dalam turut melindungi, melestarikan dan meningkatkan
kualitas lingkungan hidup, dan
b. tercakupnya seluruh kelompok masyarakat, baik di perdesaan
dan perkotaan, tua dan muda, laki-laki dan perempuan di
seluruh wilayah Indonesia sehingga tujuan Pendidikan
Lingkungan Hidup bagi seluruh rakyat Indonesia dapat
terwujud dengan baik.
3. Ruang Lingkup
Ruang lingkup Kebijakan Pendidikan Lingkungan Hidup meliputi
hal-hal sebagai berikut:
a. Pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup melalui jalur
formal, nonformal
b. dan jalur informal oleh seluruh stakeholder.
c. Pengembangan berbagai aspek yang meliputi:
a) kelembagaan,
b) SDM selaku pelaku/pelaksana maupun selaku objek
Pendidikan Lingkungan Hidup,
c) sarana dan prasarana,
d) pendanaan,
e) materi,
f) komunikasi dan informasi,
g) peran serta masyarakat, dan
h) metode pelaksanaan.
4. Landasan Kebijakan
Kebijakan Pendidikan Lingkungan Hidup disusun berdasarkan:
1. UU No.23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup;
2. UU No.22Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah;
3. UU No. 25Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara
Pemerintah Pusatdan Daerah;
4. UU No.25Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional;
5. UU No. 20Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasiona!;
3. Sumber daya manusia Pendidikan Lingkungan Hidup yang
berkualitas dan berbudaya lingkungan
Berhasil tidaknya pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup di lapangan ditentukan antara lain oleh kualitas dan kuantitas pelaku dan kelompok sasaran Pendidikan Lingkungan Hidup. Dengan meningkatnya kualitas dan kuantitas pelakuPendidikan Lingkungan Hidup (misainya: guru, pengajar, fasililator) diharapkan akan menghasilkan sumber daya manusia yang berpengetahuan, berketerampilan, bersikap dan berperilaku serta mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pelestarianfungsi lingkungan hidup di sekitarnya.
4. Sarana dan prasarana Pendidikan Lingkungan Hidup sesuai
dengan kebutuhan
Agar proses belajar-mengajar dalam Pendidikan Lingkungan Hidup dapat berjalan dengan baik, perlu didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Sarana dan prasarana tersebut meliputi antara lain: laboratorium, perpustakaan, ruangkelas, peralatan belajar-mengajar. Di samping itu, dalam melaKsanakan Pendidikan Lingkungan Hidup, alam dapat digunakan sebagai sarana pengetahuan.
5. Pengalokasian dan pemanfaatan anggaran Pendidikan Lingkungan
Hidup yang efisien dan efektif
Penyelenggaraan Pendidikan Lingkungan Hidup perlu didukung pendanaan yang memadai. Pendanaan dan pengalokasian anggaran bagi pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup tersebut sangat bergantung kepada komitmen pelaku Pendidikan Lingkungan Hidup di semua tingkatan, baik pusat dan daerah. Agar Pendidikan Lingkungan Hidup dapat dilaksanakan dengan baik perlu adanya komitmen semua pihak dalam pengalokasian anggaran yang memadai dan penggunaan anggaran Pendidikan Lingkungan Hidup yang efisien dan efektif.
6. Materi Pendidikan Lingkungan Hidup yang berwawasan pembangunan
berkelanjutan, komprehensif dan aplikatif
Penyusunan materi Pendidikan Lingkungan Hidup harus mengacu pada tujuan Pendidikan Lingkungan Hidup dengan memperhatikan tahap perkembangan dan kebutuhan yang ada saat ini. Untuk itu, materi Pendidikan Lingkungan Hidup perlu dipersiapkan secara matang dengan mengintegrasikan pengetahuan lingkungan yang berwawasan pembangunan berkelanjutan, dan disusun secara komprehensif, serta mudah diaplikasikan kepada seluruh kelompok sasaran.
7. Informasi yang berkualitas dan mudah diakses sebagai dasar
komunikasi yang efektif
Kualitas informasi tentang Pendidikan Lingkungan Hidup perlu terus dibangun dan dijamin ketersediaannya agar setiap orang mudah mendapatkan informasi tersebut. Informasi yang berkualitas dapat digunakan untuk pelaksanaan komunikasi efektif antar pelaku dan kelompok sasaran serta bagi pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup.
8. Keterlibatan dan ketersediaan ruang bagi peran sert
masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pendidikan Lingkungan
Hidup
Keterlibatan masyarakat diperlukan dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi Pendidikan Lingkungan Hidup. Oleh karena itu, pelaku Pendidikan Lingkungan Hidup perlu memberikan peran yang jelas bagi keterlibatan masyarakat tersebut.
9. Metode Pendidikan Lingkungan Hidup berbasis kompetensi
Metode pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup merupakan hal yang penting dan sangat berperan dalam menghasilkan proses pembelajaran yang berkualitas. Pengembangan metode pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup yang baik (berbasis kompetensi dan aplikatif), dapat meningkatkan kualitas Pendidikan Lingkungan Hidup sehingga dapat mencapai sasaran yang diharapkan.
10. Strategi Pelaksanaan
Strategi pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Lingkungan Hidup merupakan penjabaran kebijakan umum yang tertuang dalam butir B di atas. Strategi ini memberikan kerangka umum untuk mewujudkan cita-cita pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup di Indonesia, sehingga dapat diciptakan manusia Indonesia yang berpengetahuan, berketerampilan, bersikap dan mempunyai komitmen yang tinggi terhadap nasib lingkungan hidup kita serta dapat turut bertanggung jawab aktif dalam upaya pelestarian lingkungan hidup di sekitar kita.
Strategi Pelaksanaan ini meliputi:
1. Meningkatkan kapasitas kelembagaan Pendidikan Lingkungan Hidup
sebagai pusat pembudayaan nilai, sikap dan kemampuan dalam
pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup
2. Meningkatkan kualitas dan kemampuan (kompetensi) SDM PLH, baik
pelaku maupun kelompok sasaran Pendidikan Lingkungan Hidup
sedini mungkin melalui berbagai upaya proaktif dan reaktif
3. Mengoptimalkan sarana dan prasarana Pendidikan Lingkungan
Hidup yang dapat mendukung terciptanya proses pembelajaran
yang efisien dan efektif
4. Meningkatkan dan memanfaatkan anggaran Pendidikan Lingkungan
Hidup dan mendorong partisipasi publik serta meningkatkan
kerja sama regional, internasional untuk penggalangan
pendanaan PLH
5. Mengembangkan metode pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup
yang berbasis kompetensi dan partisipatif
sumber : http://gosaveearth.wordpress.com/2012/11/15/pengantar-pendidikan-lingkungan-hidup/
Pendidikan Lingkungan Hidup adalah upaya mengubah perilaku dan sikap yang dilakukan oleh berbagai pihak atau elemen masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai lingkungan dan isu permasalahan lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang
2. Tujuan, Sasaran, dan Ruang Lingkup Kebijakan
1. Tujuan
Tujuan Pendidikan Lingkungan Hidup:
Mendorong dan memberikan kesempatan kepada masyarakat memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap yang pada akhirnya dapat menumbuhkan kepedulian, komitmen untuk melindungi, memperbaiki serta memanfaatkan lingkungan hidup secara bijaksana, turut menciptakan pola perilaku baru yang bersahabat dengan lingkungan hidup, mengembangkan etika lingkungan hidup dan memperbaiki kualitas hidup.
Sesuai dengan tujuan Pendidikan Lingkungan Hidup, maka kebijakan Pendidikan Lingkungan Hidup di Indonesia disusun untuk menciptakan iklim yang mendorong semua pihak agar berperan dalam pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup untuk pelestarian lingkungan hidup.
2. Sasaran
Sasaran kebijakan Pendidikan Lingkungan Hidup adalah:
a. terlaksananya Pendidikan Lingkungan Hidup di lapangan
sehingga dapat tercipta kepeduiian dan komitmen masyarakat
dalam turut melindungi, melestarikan dan meningkatkan
kualitas lingkungan hidup, dan
b. tercakupnya seluruh kelompok masyarakat, baik di perdesaan
dan perkotaan, tua dan muda, laki-laki dan perempuan di
seluruh wilayah Indonesia sehingga tujuan Pendidikan
Lingkungan Hidup bagi seluruh rakyat Indonesia dapat
terwujud dengan baik.
3. Ruang Lingkup
Ruang lingkup Kebijakan Pendidikan Lingkungan Hidup meliputi
hal-hal sebagai berikut:
a. Pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup melalui jalur
formal, nonformal
b. dan jalur informal oleh seluruh stakeholder.
c. Pengembangan berbagai aspek yang meliputi:
a) kelembagaan,
b) SDM selaku pelaku/pelaksana maupun selaku objek
Pendidikan Lingkungan Hidup,
c) sarana dan prasarana,
d) pendanaan,
e) materi,
f) komunikasi dan informasi,
g) peran serta masyarakat, dan
h) metode pelaksanaan.
4. Landasan Kebijakan
Kebijakan Pendidikan Lingkungan Hidup disusun berdasarkan:
1. UU No.23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup;
2. UU No.22Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah;
3. UU No. 25Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara
Pemerintah Pusatdan Daerah;
4. UU No.25Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional;
5. UU No. 20Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasiona!;
3. Sumber daya manusia Pendidikan Lingkungan Hidup yang
berkualitas dan berbudaya lingkungan
Berhasil tidaknya pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup di lapangan ditentukan antara lain oleh kualitas dan kuantitas pelaku dan kelompok sasaran Pendidikan Lingkungan Hidup. Dengan meningkatnya kualitas dan kuantitas pelakuPendidikan Lingkungan Hidup (misainya: guru, pengajar, fasililator) diharapkan akan menghasilkan sumber daya manusia yang berpengetahuan, berketerampilan, bersikap dan berperilaku serta mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pelestarianfungsi lingkungan hidup di sekitarnya.
4. Sarana dan prasarana Pendidikan Lingkungan Hidup sesuai
dengan kebutuhan
Agar proses belajar-mengajar dalam Pendidikan Lingkungan Hidup dapat berjalan dengan baik, perlu didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Sarana dan prasarana tersebut meliputi antara lain: laboratorium, perpustakaan, ruangkelas, peralatan belajar-mengajar. Di samping itu, dalam melaKsanakan Pendidikan Lingkungan Hidup, alam dapat digunakan sebagai sarana pengetahuan.
5. Pengalokasian dan pemanfaatan anggaran Pendidikan Lingkungan
Hidup yang efisien dan efektif
Penyelenggaraan Pendidikan Lingkungan Hidup perlu didukung pendanaan yang memadai. Pendanaan dan pengalokasian anggaran bagi pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup tersebut sangat bergantung kepada komitmen pelaku Pendidikan Lingkungan Hidup di semua tingkatan, baik pusat dan daerah. Agar Pendidikan Lingkungan Hidup dapat dilaksanakan dengan baik perlu adanya komitmen semua pihak dalam pengalokasian anggaran yang memadai dan penggunaan anggaran Pendidikan Lingkungan Hidup yang efisien dan efektif.
6. Materi Pendidikan Lingkungan Hidup yang berwawasan pembangunan
berkelanjutan, komprehensif dan aplikatif
Penyusunan materi Pendidikan Lingkungan Hidup harus mengacu pada tujuan Pendidikan Lingkungan Hidup dengan memperhatikan tahap perkembangan dan kebutuhan yang ada saat ini. Untuk itu, materi Pendidikan Lingkungan Hidup perlu dipersiapkan secara matang dengan mengintegrasikan pengetahuan lingkungan yang berwawasan pembangunan berkelanjutan, dan disusun secara komprehensif, serta mudah diaplikasikan kepada seluruh kelompok sasaran.
7. Informasi yang berkualitas dan mudah diakses sebagai dasar
komunikasi yang efektif
Kualitas informasi tentang Pendidikan Lingkungan Hidup perlu terus dibangun dan dijamin ketersediaannya agar setiap orang mudah mendapatkan informasi tersebut. Informasi yang berkualitas dapat digunakan untuk pelaksanaan komunikasi efektif antar pelaku dan kelompok sasaran serta bagi pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup.
8. Keterlibatan dan ketersediaan ruang bagi peran sert
masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pendidikan Lingkungan
Hidup
Keterlibatan masyarakat diperlukan dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi Pendidikan Lingkungan Hidup. Oleh karena itu, pelaku Pendidikan Lingkungan Hidup perlu memberikan peran yang jelas bagi keterlibatan masyarakat tersebut.
9. Metode Pendidikan Lingkungan Hidup berbasis kompetensi
Metode pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup merupakan hal yang penting dan sangat berperan dalam menghasilkan proses pembelajaran yang berkualitas. Pengembangan metode pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup yang baik (berbasis kompetensi dan aplikatif), dapat meningkatkan kualitas Pendidikan Lingkungan Hidup sehingga dapat mencapai sasaran yang diharapkan.
10. Strategi Pelaksanaan
Strategi pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Lingkungan Hidup merupakan penjabaran kebijakan umum yang tertuang dalam butir B di atas. Strategi ini memberikan kerangka umum untuk mewujudkan cita-cita pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup di Indonesia, sehingga dapat diciptakan manusia Indonesia yang berpengetahuan, berketerampilan, bersikap dan mempunyai komitmen yang tinggi terhadap nasib lingkungan hidup kita serta dapat turut bertanggung jawab aktif dalam upaya pelestarian lingkungan hidup di sekitar kita.
Strategi Pelaksanaan ini meliputi:
1. Meningkatkan kapasitas kelembagaan Pendidikan Lingkungan Hidup
sebagai pusat pembudayaan nilai, sikap dan kemampuan dalam
pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup
2. Meningkatkan kualitas dan kemampuan (kompetensi) SDM PLH, baik
pelaku maupun kelompok sasaran Pendidikan Lingkungan Hidup
sedini mungkin melalui berbagai upaya proaktif dan reaktif
3. Mengoptimalkan sarana dan prasarana Pendidikan Lingkungan
Hidup yang dapat mendukung terciptanya proses pembelajaran
yang efisien dan efektif
4. Meningkatkan dan memanfaatkan anggaran Pendidikan Lingkungan
Hidup dan mendorong partisipasi publik serta meningkatkan
kerja sama regional, internasional untuk penggalangan
pendanaan PLH
5. Mengembangkan metode pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup
yang berbasis kompetensi dan partisipatif
sumber : http://gosaveearth.wordpress.com/2012/11/15/pengantar-pendidikan-lingkungan-hidup/
Jumat, 24 Mei 2013
Sumber Daya Alam Berkelanjutan
Lanjutan Pembahasan dari power point sumber daya alam berkelanjutan
5. masalah lingkungan hidup
power point ini berisikan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup dalam era globalisasi
silahkan download disini
6. Pengelolaan lingkungan hidup
Power point ini berisikan tentang bagaimana cara mengelola lingkungan hidup dengan baik, tujuan dari pengelolaan lingkungan hidup menurut undang - undang RI no. 4 tahun 1982
silahkan download disini
7. Kompetensi dan Kebutuhan Manusia
power point ini berisikan tentang kebutuhan dasar penduduk, kebutuhan fisiologi, dan bahaya serta jenis - jenis makanan yang membahayakan
silahkan download disini
8. Pembangunan Berwawasan Lingkungan
power point ini berisikan tentang pengertian, pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana, dampak positif dan negatif terhadap lingkungan
silahkan download disini
9. kebijakan lingkungan hidup Regional dan Global
power point ini membahasa tentang perjanjian internasional yang terdiri dari negara - negara asean
silahkan download disini
9. kebijakan lingkungan hidup Regional dan Global
power point ini membahasa tentang perjanjian internasional yang terdiri dari negara - negara asean
silahkan download disini
8 Energi Alternatif Pengganti Bahan Bakar Bumi
1. Ethanol
Merupakan bahan bakar yang berbasis alkohol dari fermentasi tanaman, seperti jagung dan gandum. Bahan bakar ini dapat dicampur dengan bensin untuk meningkatkan kadar oktan dan kualitas emisi. Namun, ethanol memiliki dampak negatif terhadap harga pangan dan ketersediannya.
2. Gas Alam
Gas alam sudah banyak digunakan di berbagai negara yang biasanya untuk bidang properti dan bisnis. Jika digunakan untuk kendaraan, emisi yang dikeluarkan akan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan minyak.
Akan tetapi, efek rumah kaca yang dihasilkannya 21 kali lebih buruk.
3. Listrik
Merupakan bahan bakar yang berbasis alkohol dari fermentasi tanaman, seperti jagung dan gandum. Bahan bakar ini dapat dicampur dengan bensin untuk meningkatkan kadar oktan dan kualitas emisi. Namun, ethanol memiliki dampak negatif terhadap harga pangan dan ketersediannya.
2. Gas Alam
Gas alam sudah banyak digunakan di berbagai negara yang biasanya untuk bidang properti dan bisnis. Jika digunakan untuk kendaraan, emisi yang dikeluarkan akan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan minyak.
Akan tetapi, efek rumah kaca yang dihasilkannya 21 kali lebih buruk.
3. Listrik
Listrik dapat digunakan sebagai bahan bakar transportasi, seperti baterai. Tenaga listrik dapat diisi ulang dan disimpan dalam baterai. Bahan bakar ini menghasilkan tenaga tanpa ada pembakaran ataupun polusi, namun sebagian dari tenaga ini masih tercipta dari batu bara dan meninggalkan gas karbon.
4. Hidrogen
Hidrogen dapat dicampur dengan gas alam dan menciptakan bahan bakar untuk kendaraan. Hidrogen juga digunakan pada kendaraan yang menggunakan listrik sebagai bahan bakarnya. Walaupun begitu, hargauntuk penggunaan hidrogen masih relatif mahal.
5. Propana
Propana atau yang biasa dikenal dengan LPG merupakan produk dari pengolahan gas alam dan minyak mentah. tenaga ini sudah banyak digunakan sebagai bahan bakar. Propana menghasilkan eisi lebih sedikit dibandingkan bensin, namun penciptaan metananya lebih buruk 21 kali lipat.
6. Biodiesel
Biodiesel merupakan energi yang berasal dari tumbuhan atau lemak binatang. Mesin kendaraan dapat menggunakan biodiesel yang masih murni, maupun biodiesel yang telah dicampur dengan minyak. Biodiesel mengurangi polusi yang ada, akan tetapi terbatasnya produk dan infrastruktur menjadi masalah pada energi ini.
7. Methanol
Methanol yang juga dikenal sebagai alkohol kayu dapat menjadi energy alternatif pada kendaraan. Methanol dapat menjadi energi alternatifyang penting di masa depan karena hidrogen yang dihasilkan dapat menjadi energi juga. Namun, sekarang ini produsen kendaraan tidak lagi menggunakan methanol sebagai bahan bakar.
8. P-Series
P-series merupakan gabungan dari ethanol, gas alam, dan metyhltetrahydrofuran (MeTHF). P-series sangat efektif dan efisienkarena oktan yang terkandung cukup tinggi. Penggunaannya pun sangat mudah jika ingin dicampurkan tanpa ada proses dengan teknologi lain. Akan tetapi, hingga sekarang belum ada produsen kendaraan yang menciptakan kendaraan dengan bahan bakar fleksibel.
Pembangunan Berwawasan lingkungan
Pembangunan yang berwawasan
lingkungan adalah upaya sadar dan berencana menggunakan dan mengelola sumber
daya secara bijaksana dalam pembangunan yang terencana dan berkesinambungan
untuk meningkatkan mutu hidup. Terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan
dan terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana merupakan
tujuan utama pengelolaan lingkungan hidup.
Disadari sepenuhnya bahwa kegiatan
pembangunan apalagi yang bersifat fisik dan berhubungan dengan pemanfaatan
sumber daya alam jelas mengandung resiko terjadinya perubahan ekosistem yang
selanjutnya akan mengakibatkan dampak, baik yang bersifat negatif maupun yang
positif. Oleh karena itu, kegiatan pembangunan yang dilaksanakan seharusnya selain
berwawasan sosial dan ekonomi juga harus berwawasan lingkungan.
1) Pengertian Dampak Terhadap Lingkungan
Suatu kegiatan proyek akan
mempengaruhi kondisi lingkungan dan akan menimbulkan dampak terhadap
lingkungannya, dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan proyek ini dapat terjadi
pada masa konstruksi maupun masa operasi proyek dan dapat berupa dampak positif
maupun negatif bagi lingkungannya.
2)
Komponen-Komponen Lingkungan
Diantara
komponen-komponen lingkungan yang penting, adalah :
a) Biologi, mencakup sub-komponen:
· Jenis flora fauna darat (vegetasi dan
satwa)
·
Jenis flora fauna perairan (plankton
& bentos)
b) Geofisik, mencakup sub-komponen:
· Iklim
·
Fisiografi
· Hidrologi
c) Kimia, mencakup sub-komponen:
· Kualitas udara
· Kualitas air
d) Sosial Budaya dan Kemasyarakatan,
dijabarkan:
·
Demografi industri dan kependudukan
·
Sosial ekonomi
·
Sosial budaya
Ciri-Ciri
Pembangunan Berwawasan Lingkungan
Komisi dunia untuk lingkungan dan
pembangunan mendefinisikan pembangunan berkelanjutan sebagai pembangunan yang
memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan hak pemenuhan kebutuhan
generasi mendatang.
Tujuan pembangunan berkelanjutan
yang bermutu adalah tercapainya standar kesejahteraan hidup manusia dunia
akhirat yang layak, cukup sandang, pangan, papan, pendidikan bagi anak-anaknya,
kesehatan yang baik, lapangan kerja yang diperlukan, keamanan dan kebebasan
berpolitik, kebebasan dari ketakutan dan tindak kekerasan, dan kebebasan untuk
menggunakan hak-haknya sebagai warga negara. Taraf kesejahteraan ini diusahakan
dicapai dengan menjaga kelestarian lingkungan alam serta tetap tersediannya
sumber daya yang diperlukan.
Implementasi pembangunan berwawasan
lingkungan adalah dengan reboisasi, menanam seribu pohon dan gerakan bersih
lingkungan tampaknya mengalami kendala yang berarti. Artinya, tidak seimbangnya
antara yang ditanam dan yang dieksploitasi menjadi salah satu penyebabnya.
Peraturan perudang-udangan pun tidak mampu mencegah kerusakan lingkungan ini.
Pembangunan yang berwawasan
lingkungan atau pembangunan berkelanjutan memiliki ciri-ciri tertentu, yaitu
adanya saling keterkaitan beberapa sektor, antara lain lingkungan dan
masyarakat serta kemanfaatan dan pembangunan. Pembangunan akan selalu berkaitan
dan saling berinteraksi dengan lingkungan hidup. Interaksi tersebut dapat
bersifat positif atau negatif. Pengetahuan dan informasi tentang berbagai
interaksi tersebut sangat diperlukan dalam pembangunan berwawasan lingkungan,
Elizabeth IEHLT.
Adapun
ciri-ciri pembangunan berwawasan lingkungan antara lain,
1. Menjamin
pemerataan dan keadilan.
2. Menghargai
keanekaragaman hayati.
3. Menggunakan
pendekatan integratif.
4. Menggunakan
pandangan jangka panjang.
Kamis, 09 Mei 2013
lingkungan Hidup Di Indonesia
1. Tatanan Keadaan di Indonesia
a. Suhu, Kelembapan, dan angin
suhu maksimal umumya terletak pada 30˚C-34˚C, kelembapan udara umumnya tinggi sampai 80%. Angin umumnya lemah 2-3 m/detik di laut dan 1 m/detik di daratan, terkadang timbul angin badai yang disebabkan karena terkumpulnya awan cumulonimbus atau awan badai
b. Hujan, banjir, dan badai
curah hujan merupakan ciri iklim tropika indonesia yang menimbulkan musim kering dan musim kemarau yang mengakibatkan kekeringan pada bulan kering dan kebanjiran pada curah hujan bulanan yang tinggi
c. Longsoran
Longsoran terjadi karena ada bagian tanah yang lembek atau karena ada tumpukan sesuatu yang melebihi daya dukung ruang di mana tumpukan itu berada. Dari gabungan curah hujan, angin, dan penataan ruang yang melampaui daya dukung dan daya tampung membuat sutu wilayah dapat longsor
d. Gempa bumi
Gempa bumi berlangsung di wilayah sepanjang batas lempeng kerak bumi, Indonesia terletak pada pertemuan dari tiga lempeng kerak bumi yaitu Lempeng Samudra India-Australia, Lempeng Pasifik dan Lempeng Sunda kelanjutan Lempeng Benua Eurasia.
e. Gunung Api
Indonesia merupakan kepulauan yang menonjol dalam sejarah letusan api. Direktorat Vulkanologi telah menyusun daftar gunung api di Indonesia, 78 diantaranya tergolong tipe A yang mulai aktif sejak tahun 1600 dan dianggap sebagai gunung api yang mungkin meletus di waktu yang akan datang.
2. Pemanfaatan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui
a. Sumber Daya Energi
Sumber daya energi
ini adalah salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
Proses pembentukannya selama jutaan tahun. Sumber daya ini apabila
diolah akan menghasilkan energi panas yang sangat dibutuhkan oleh
manusia dalam kehidupannya.
1) Minyak Bumi
Manfaat minyak bumi
Minyak bumi dapat
diolah kembali dan menghasilkan bahan bakar yang kita kenal selama ini
yaitu, minyak tanah, diesel, premium, dan lain-lain. Adapun sebaran
penghasil minyak bumi di Indonesia adalah Sulawesi, Jawa (Cepu dan
Cirebon), Kalimantan, (Tarakan, Kutai, dan Balikpapan), Maluku, Nusa
Tenggara, Sumatra (Palembang dan Jambi).
2) Batu Bara
Bisa di lihat pada peta persebaran, potensi batubara di Indonesia sangatlah melimpah, ada sekitar 18 provinsi yang menyimpan potensi batubara, yaitu :
Nanggroe Aceh Darusalam, Sumatera, Riau, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, semua provinsi di Kalimantan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua.
Manfaat batubara
Batu bara digunakan untuk keperluan industri dan pembangkit listrik tenaga uap dan pembakaran batu gamping serta genting.
3) Gas Alam
b. Sumber Daya Mineral
Selain sumber daya
energi, sumber daya mineral juga memiliki peranan penting dalam
menghasilkan logam untuk berbagai keperluan industri lainnya untuk
menunjang kehidupan manusia.
Bijih emas
diperoleh di dalam cebakan, sedimen, dan metamorfik pada seluruh formasi
geologi. Pada umumnya, emas yang dihasilkan terjadi dari larutan
hydrothermal yang umurnya relatif muda. Pelapukan membentuk bijih
placer. Cara penambangan bijih placer yaitu dengan cara disemprot dengan
air (hydraulicking), dengan menggunakan kapal keruk (dredge) atau
dengan dragline yang dikombinasikan di atas pontoon (floating washing
plants). Sedangkan penambangan bijih emas primer dilakukan dengan cara
tambang dalam.
- Manfaat emas
Emas banyak
digunakan orang untuk perhiasan, bahan penyepuh, membuat huruf emas,
fotografi, menambal atau melapisi gigi yang rusak, perkakas laboratorium
ilmiah, synthetic fiber, dan juga untuk thermocouples, dan sebagainya.
Emas yang dianggap komersil yaitu emas urai (Au), calaverite (AuTe3),
sylvanite (AU3Ag)Te), krennite (Au, Ag)Te2, dan petzite ((Ag, Au)2Te)
Agar nilai jual
emas bertambah, maka bijih emas harus diolah terlebih dahulu dengan cara
ctanidasi, amalgamsi, flotsi, gravity concentration dan peleburan
(smelting) atau dengan cara kombinasi dari proses-proses tersebut. Hasil
tambang emas yang terbesar berada di Cikotok. Daerah lain yang terdapat
bijih emas yaitu di Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Tengah,
Kalimantan Selatan, dan lain-lain.
2) Perak
Perak merupakan
salah satu barang tambang yang termasuk salah satu hasil tambang logam
mulia. Mineral-mineral perak yang terpenting antara lain perak alam
(Ag), argentite (Ag2S), cerargyrite (AgCl), polybasite, proustite, dan
pyrargyrite.
Perak yang
dihasilkan di dunia kebanyakan berasal dari cebakan Hydrotermal
typefissure filling. Cara penambangan perak menggunakan system cut and
fill (gali-isi) dan square set pada bijih yang lebar. Seperti juga emas,
maka perak harus diolah terlebih dahulu agar memiliki nilai jual
tinggi. Adapun cara pengolahannya sebagai berikut. Bijih yang telah
digiling halus diklasifikasikan dengan akins classifiet menjadi 60%
lewat saringan 200 mesh. Bubur bijih diflotasi dalam flotasi
cellfagergren. Campuran antimony dan arsen dipisahkan dengan melidi
(leach) dengan Na2S. Produksi pertambangan perak di Indonesia berasal
dari Unit Pertambangan Cikotok (PT Aneka Tambang)
- Manfaat perak
Perak bisa
dikatakan merupakan saudara kembar emas. Perak banyak digunakan untuk
membuat campuran-campuran logam (Alloy), solder perak fotografi,
keramik, high efficiency, baterai pada jet dan peluru kendali, kamera
televisi, dan alat-alat presisi (scientific instrument).
3) Intan
Terjadinya intan
karena proses metamorfosa. Endapan intan primair diperoleh di dalam
batuan ultra basic. Endapan intan primair ditambang dengan cara tambang
terbuka (open pit mining). Selain itu, ada juga dengan cara penambangan
dalam. Cara memecahkan endapannya yaitu dengan dibor kemudian
diledakkan. Agar intan mempunyai harga yang tinggi, maka hasil intan
yang ditambang itu perlu diolah atau dicuci terlebih dahulu. Untuk
endapan intan placer, terutama yang ditemukan di Kalimantan, cara
memperoleh intan hanya dengan cara didulang.
Endapan intan di
Indonesia terdapat di Kalimantan Barat (Landak, Sangau), Kalimantan
tengah (Purukcau), dan Kalimantan Selatan (Martapura, Pleihari).
- Manfaat intan
Intan dijadikan
orang untuk perhiasan. Intan yang digunakan sebagai batu permata adalah
batu yang transparan, putih bersih, warnanya hijau jernih atau berwarna
biru muda. Selain untuk perhiasan, intan digunakan pada pahat diamond
drilling, roda gerinda, gergaji, pahat alat bor, untuk memotong dan
menggosok batu permata, sebagai alat untuk pemotong kaca. Intan
merupakan kristal karbon. Indeks refraksinya sangat tinggi dan
transparan. Intan yang berkristal rendah dan berwarna gelap sering
mempunyai struktur serabut dan disebut bortz atau kristal permata intan.
4) Tembaga
Tembaga merupakan
logam bukan besi. Tembaga yang paling banyak digunakan adalah tembaga
alam, chalcopyrite, bornit, chalcocite, covellite, enargite, dan
lain-lain. Tembaga bijih tembaga terdapat sebagai cebakan-cebakan dengan
bermacam-macam tipe dalam batuan beku, sedimen, dan metamorphic.
Sedangkan sebagian terbesar dari cebakancebakan tembaga terjadi dari
larutan hydrothermal dengan tipe replacement dan cavity fllling.
Agar tembaga bisa
digunakan lebih lanjut, maka perlu diadakan pengolahan. Bijih tembaga
yang mempunyai kadar tinggi (6% Cu ke atas) biasanya dilebur langsung
tanpa pengolahan terlebih dahulu. Kebanyakan bijih tembaga dikonsentrasi
secara flotasi untuk memisahkan mineral-mineral tembaga sulfide dari
batuan gangue. Bijih tembaga oksida (termasuk tembaga silikat dan
karbonat biasanya dikerjakan dengan leaching (pelindian). Sedangkan
bijih yang berkadar rendah sekali biasanya digunakan leaching dengan
bantuan bakteri. Di Indonesia, tembaga terdapat di Aceh, Sumatra Utara
(Aer, Muara Soma),Sumatra Barat (Sumpu, Lubuk Sulasih), Kalimantan
Tengah ( Sampit Mentikei), Jawa Tengah (S. Lukulo).
- Manfaat tembaga
Tembaga digunakan
untuk kabel-kabel listrik, telepon, lemari es, amunisi, pesawat terbang,
peluru kendali, membuat perunggu, kuningan, industri kimia, bahan
celup, rayon, serta digunakan juga untuk perlengkapan dapur.
5) Bauksit
Bauksit digunakan
untuk bijih yang mengandung oksida aluminium monohidrat atau trihidrat.
Berupa mineral gibsit, ochmit atau diaspor. Bauksit terjadi sebagai
akibat adanya pelapukan dan material yang mengandung alumina. Endapan
yang besar terjadi di daerah-daerah beriklim tropis dan subtropis basah.
Bahan pembuatan aluminium yang terdapat di Indonesia yaitu bauksit.
Bijih bauksit perlu ditambang.
Aluminium yang
berasal dari bauksit banyak digunakan untuk ampelas, bahan yang tahan
api, pembuat logam, dan industri kimia. Bauksit umumnya terjadi pada
permukaan atau dekat permukaan dan merupakan letakan-letakan mendatar,
maka cara penyelidikan yang tepat dan praktis yaitu dengan membuat
sumuran. Bor tangan dapat digunakan untuk endapan yang dalam. Adapun
cara penambangan bijih bauksit yang dilakukan di Pulau Bintan adalah
dengan cara penambangan terbuka. Lapisan penutup dibuldozer. Setelah
terbuka, maka bijihnya dikeruk. Bijih yang dihasilkan ini kemudian
diangkat ke tempat pencucian. Endapan bauksit di Indonesia terdapat di
Riau (Pulau Bintan), Sumatra Selatan (Pulau Bangka dan Pulau Binton),
dan Kalimantan Barat (Singkawang).
- Manfaat Bauksit
Bijih bauksit jika
diproses dengan benar, maka akan menghasilkan alumina. Dari alumina
inilah logam aluminium dibuat. Alumina yang dielektrolisa dalam bejana
cryolit cair, akan menghasilkan logam aluminium.
6) Batu Gamping
Limestone diartikan
batu gamping atau batu kapur. Batu gamping merupakan salah satu bahan
galian industri. Batu gamping merupakan batuan padat dengan komposisi
berupa kalsium karbonat. Warnanya putih, abu-abu, kuning tua, abu
kebiruan, jingga, dan hitam.
Penambangan endapan
batu gamping dapat dilakukan dengan cara quarry. Pada umumnya batu
gamping mempunyai lapisan luar yang tipis dan terdiri dari tanah liat.
Jika lapisan keras, maka dilakukan pengeboran. Pengolahan batu gamping
bergantung pada penggunaannya. Tetapi, kebanyakan langsung digunakan
sebagai bahan mentah, hanya mengalami proses mekanis, misalnya dalam
pembuatan semen.
- Manfaat batu gamping
Batu gamping
digunakan untuk bahan bangunan seperti batu, serbuk kapur, pengeras
jalan, bangunan dam-dam, pembuatan gelas, dan untuk industri.
7) Pasir (Pasir Kuarsa)
Pasir kuarsa atau
pasir putih terdiri dari kristalkristal silica (SiO2) ada yang berukuran
halus dan ada juga yang agak kasar. Warnanya bening putih. Pasir ini
terjadi dari pelapukan batuan yang mengandung kristal kuarsa yang dicuci
oleh alam misalnya oleh sungai, danau, serta gelombang air laut di
pantai. Tetapi jika pasir kuarsa menjadi batu, maka kristal kuarsa
besar.
Cara penambangan
pasir kuarsa dilakukan dengan cara terbuka. Setelah ditambang, dicuci,
dan dispesifikasi dengan menggunakan saringan menurut besar atau
kecilnya ukuran butiran. Pasir kuarsa di Indonesia terdapat di Aceh,
Sumatra Selatan (Sungai Asahan, Kisaran), Sumatra Selatan (Bangka,
Biliton), Kalimantan Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
- Manfaat pasir kuarsa
Kegunaan pasir
kuarsa sangat banyak, seperti tanah liat, industri kimia, industri
keramik (gelas, lembar kaca). Peranan pasir kuarsa dalam kegiatan
pengecoran besi sangat penting. Pada umumnya, cetakan benda tuang
terbuat dari pasir dengan pengikat lempung atau bentonit. Pasir kuarsa
berkristal besar digunakan untuk optik.
Timah terdiri dari
dua jenis yaitu timah hitam dan timah putih. Timah hitam yang paling
banyak digunakan adalah timah hitam jenis galena, cerusit, dan anglesit.
Sedangkan timah putih yang banyak digunakan berjenis cassiterite,
stanite, dan teallite. Cara penambangan timah hitam dilakukan dengan
berbagai variasi. Cara penambangan terbuka jarang dilakukan. Penggalian
bijih pada tambang dilakukan dengan cara system block cavibg, room,
pillar, dan cut and fill. Timah hitam ditemukan di Kotanopan (Sumatra
Utara), Jawa Barat (Konggol, Cikondang), dan kalimantan Timur (Berau).
Di Indonesia, timah putih banyak terdapat di Riau (Singkep, Bangkinang,
Karimun, dan Kendur), Jambi, dan Sumatra Selatan (Bangka).
- Manfaat timah
a. Timah hitam
banyak digunakan orang untuk campuran campuran
logam seperti tipe metal dan solder. Timah hitam juga banyak digunakan untuk bahan-bahan industri cat, keramik, kilang minyak, karet, dan industri kimia.
logam seperti tipe metal dan solder. Timah hitam juga banyak digunakan untuk bahan-bahan industri cat, keramik, kilang minyak, karet, dan industri kimia.
b. kegunaan timah
putih pada umumnya untuk pelapis logam-logam
seperti baja, tembaga, dan lain-lain. Timah putih dapat digunakan untuk pembuatan perunggu, pembuatan kuningan, gelas, keramik, pipa, stabilizer dalam plastik, pengawet kayu, dan banyak lagi kegunaannya.
seperti baja, tembaga, dan lain-lain. Timah putih dapat digunakan untuk pembuatan perunggu, pembuatan kuningan, gelas, keramik, pipa, stabilizer dalam plastik, pengawet kayu, dan banyak lagi kegunaannya.
Langganan:
Postingan (Atom)







