3) Gas Alam
Gas alam biasanya
ditemukan pada saat pengeboran minyak bumi. Susunan kimia batu bara
merupakan campuran hidrokarbon dengan kadar karbon kecil. Ada dua macam
gas alam yang diperdagangkan, yaitu LPG dan LNG. LPG singkatan dari
Liquefied Petroleum Gas, Gas ini dihasilkan bersamaan dengan penyilangan
minyak bumi. Setelah melalui pengeboran, gas ini tersimpan dan
dicairkan dalam bentuk Liquefied Natural Gas (LNG). Gas alam cair
diproduksi di Arun dan Badak.
b. Sumber Daya Mineral
Selain sumber daya
energi, sumber daya mineral juga memiliki peranan penting dalam
menghasilkan logam untuk berbagai keperluan industri lainnya untuk
menunjang kehidupan manusia.
Bijih emas
diperoleh di dalam cebakan, sedimen, dan metamorfik pada seluruh formasi
geologi. Pada umumnya, emas yang dihasilkan terjadi dari larutan
hydrothermal yang umurnya relatif muda. Pelapukan membentuk bijih
placer. Cara penambangan bijih placer yaitu dengan cara disemprot dengan
air (hydraulicking), dengan menggunakan kapal keruk (dredge) atau
dengan dragline yang dikombinasikan di atas pontoon (floating washing
plants). Sedangkan penambangan bijih emas primer dilakukan dengan cara
tambang dalam.
Emas banyak
digunakan orang untuk perhiasan, bahan penyepuh, membuat huruf emas,
fotografi, menambal atau melapisi gigi yang rusak, perkakas laboratorium
ilmiah, synthetic fiber, dan juga untuk thermocouples, dan sebagainya.
Emas yang dianggap komersil yaitu emas urai (Au), calaverite (AuTe3),
sylvanite (AU3Ag)Te), krennite (Au, Ag)Te2, dan petzite ((Ag, Au)2Te)
Agar nilai jual
emas bertambah, maka bijih emas harus diolah terlebih dahulu dengan cara
ctanidasi, amalgamsi, flotsi, gravity concentration dan peleburan
(smelting) atau dengan cara kombinasi dari proses-proses tersebut. Hasil
tambang emas yang terbesar berada di Cikotok. Daerah lain yang terdapat
bijih emas yaitu di Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Tengah,
Kalimantan Selatan, dan lain-lain.
2) Perak
Perak merupakan
salah satu barang tambang yang termasuk salah satu hasil tambang logam
mulia. Mineral-mineral perak yang terpenting antara lain perak alam
(Ag), argentite (Ag2S), cerargyrite (AgCl), polybasite, proustite, dan
pyrargyrite.
Perak yang
dihasilkan di dunia kebanyakan berasal dari cebakan Hydrotermal
typefissure filling. Cara penambangan perak menggunakan system cut and
fill (gali-isi) dan square set pada bijih yang lebar. Seperti juga emas,
maka perak harus diolah terlebih dahulu agar memiliki nilai jual
tinggi. Adapun cara pengolahannya sebagai berikut. Bijih yang telah
digiling halus diklasifikasikan dengan akins classifiet menjadi 60%
lewat saringan 200 mesh. Bubur bijih diflotasi dalam flotasi
cellfagergren. Campuran antimony dan arsen dipisahkan dengan melidi
(leach) dengan Na2S. Produksi pertambangan perak di Indonesia berasal
dari Unit Pertambangan Cikotok (PT Aneka Tambang)
Perak bisa
dikatakan merupakan saudara kembar emas. Perak banyak digunakan untuk
membuat campuran-campuran logam (Alloy), solder perak fotografi,
keramik, high efficiency, baterai pada jet dan peluru kendali, kamera
televisi, dan alat-alat presisi (scientific instrument).
3) Intan
Terjadinya intan
karena proses metamorfosa. Endapan intan primair diperoleh di dalam
batuan ultra basic. Endapan intan primair ditambang dengan cara tambang
terbuka (open pit mining). Selain itu, ada juga dengan cara penambangan
dalam. Cara memecahkan endapannya yaitu dengan dibor kemudian
diledakkan. Agar intan mempunyai harga yang tinggi, maka hasil intan
yang ditambang itu perlu diolah atau dicuci terlebih dahulu. Untuk
endapan intan placer, terutama yang ditemukan di Kalimantan, cara
memperoleh intan hanya dengan cara didulang.
Endapan intan di
Indonesia terdapat di Kalimantan Barat (Landak, Sangau), Kalimantan
tengah (Purukcau), dan Kalimantan Selatan (Martapura, Pleihari).
Intan dijadikan
orang untuk perhiasan. Intan yang digunakan sebagai batu permata adalah
batu yang transparan, putih bersih, warnanya hijau jernih atau berwarna
biru muda. Selain untuk perhiasan, intan digunakan pada pahat diamond
drilling, roda gerinda, gergaji, pahat alat bor, untuk memotong dan
menggosok batu permata, sebagai alat untuk pemotong kaca. Intan
merupakan kristal karbon. Indeks refraksinya sangat tinggi dan
transparan. Intan yang berkristal rendah dan berwarna gelap sering
mempunyai struktur serabut dan disebut bortz atau kristal permata intan.
4) Tembaga
Tembaga merupakan
logam bukan besi. Tembaga yang paling banyak digunakan adalah tembaga
alam, chalcopyrite, bornit, chalcocite, covellite, enargite, dan
lain-lain. Tembaga bijih tembaga terdapat sebagai cebakan-cebakan dengan
bermacam-macam tipe dalam batuan beku, sedimen, dan metamorphic.
Sedangkan sebagian terbesar dari cebakancebakan tembaga terjadi dari
larutan hydrothermal dengan tipe replacement dan cavity fllling.
Agar tembaga bisa
digunakan lebih lanjut, maka perlu diadakan pengolahan. Bijih tembaga
yang mempunyai kadar tinggi (6% Cu ke atas) biasanya dilebur langsung
tanpa pengolahan terlebih dahulu. Kebanyakan bijih tembaga dikonsentrasi
secara flotasi untuk memisahkan mineral-mineral tembaga sulfide dari
batuan gangue. Bijih tembaga oksida (termasuk tembaga silikat dan
karbonat biasanya dikerjakan dengan leaching (pelindian). Sedangkan
bijih yang berkadar rendah sekali biasanya digunakan leaching dengan
bantuan bakteri. Di Indonesia, tembaga terdapat di Aceh, Sumatra Utara
(Aer, Muara Soma),Sumatra Barat (Sumpu, Lubuk Sulasih), Kalimantan
Tengah ( Sampit Mentikei), Jawa Tengah (S. Lukulo).
Tembaga digunakan
untuk kabel-kabel listrik, telepon, lemari es, amunisi, pesawat terbang,
peluru kendali, membuat perunggu, kuningan, industri kimia, bahan
celup, rayon, serta digunakan juga untuk perlengkapan dapur.
5) Bauksit
Bauksit digunakan
untuk bijih yang mengandung oksida aluminium monohidrat atau trihidrat.
Berupa mineral gibsit, ochmit atau diaspor. Bauksit terjadi sebagai
akibat adanya pelapukan dan material yang mengandung alumina. Endapan
yang besar terjadi di daerah-daerah beriklim tropis dan subtropis basah.
Bahan pembuatan aluminium yang terdapat di Indonesia yaitu bauksit.
Bijih bauksit perlu ditambang.
Aluminium yang
berasal dari bauksit banyak digunakan untuk ampelas, bahan yang tahan
api, pembuat logam, dan industri kimia. Bauksit umumnya terjadi pada
permukaan atau dekat permukaan dan merupakan letakan-letakan mendatar,
maka cara penyelidikan yang tepat dan praktis yaitu dengan membuat
sumuran. Bor tangan dapat digunakan untuk endapan yang dalam. Adapun
cara penambangan bijih bauksit yang dilakukan di Pulau Bintan adalah
dengan cara penambangan terbuka. Lapisan penutup dibuldozer. Setelah
terbuka, maka bijihnya dikeruk. Bijih yang dihasilkan ini kemudian
diangkat ke tempat pencucian. Endapan bauksit di Indonesia terdapat di
Riau (Pulau Bintan), Sumatra Selatan (Pulau Bangka dan Pulau Binton),
dan Kalimantan Barat (Singkawang).
Bijih bauksit jika
diproses dengan benar, maka akan menghasilkan alumina. Dari alumina
inilah logam aluminium dibuat. Alumina yang dielektrolisa dalam bejana
cryolit cair, akan menghasilkan logam aluminium.
6) Batu Gamping
Limestone diartikan
batu gamping atau batu kapur. Batu gamping merupakan salah satu bahan
galian industri. Batu gamping merupakan batuan padat dengan komposisi
berupa kalsium karbonat. Warnanya putih, abu-abu, kuning tua, abu
kebiruan, jingga, dan hitam.
Penambangan endapan
batu gamping dapat dilakukan dengan cara quarry. Pada umumnya batu
gamping mempunyai lapisan luar yang tipis dan terdiri dari tanah liat.
Jika lapisan keras, maka dilakukan pengeboran. Pengolahan batu gamping
bergantung pada penggunaannya. Tetapi, kebanyakan langsung digunakan
sebagai bahan mentah, hanya mengalami proses mekanis, misalnya dalam
pembuatan semen.
Batu gamping
digunakan untuk bahan bangunan seperti batu, serbuk kapur, pengeras
jalan, bangunan dam-dam, pembuatan gelas, dan untuk industri.
7) Pasir (Pasir Kuarsa)
Pasir kuarsa atau
pasir putih terdiri dari kristalkristal silica (SiO2) ada yang berukuran
halus dan ada juga yang agak kasar. Warnanya bening putih. Pasir ini
terjadi dari pelapukan batuan yang mengandung kristal kuarsa yang dicuci
oleh alam misalnya oleh sungai, danau, serta gelombang air laut di
pantai. Tetapi jika pasir kuarsa menjadi batu, maka kristal kuarsa
besar.
Cara penambangan
pasir kuarsa dilakukan dengan cara terbuka. Setelah ditambang, dicuci,
dan dispesifikasi dengan menggunakan saringan menurut besar atau
kecilnya ukuran butiran. Pasir kuarsa di Indonesia terdapat di Aceh,
Sumatra Selatan (Sungai Asahan, Kisaran), Sumatra Selatan (Bangka,
Biliton), Kalimantan Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Kegunaan pasir
kuarsa sangat banyak, seperti tanah liat, industri kimia, industri
keramik (gelas, lembar kaca). Peranan pasir kuarsa dalam kegiatan
pengecoran besi sangat penting. Pada umumnya, cetakan benda tuang
terbuat dari pasir dengan pengikat lempung atau bentonit. Pasir kuarsa
berkristal besar digunakan untuk optik.
Timah terdiri dari
dua jenis yaitu timah hitam dan timah putih. Timah hitam yang paling
banyak digunakan adalah timah hitam jenis galena, cerusit, dan anglesit.
Sedangkan timah putih yang banyak digunakan berjenis cassiterite,
stanite, dan teallite. Cara penambangan timah hitam dilakukan dengan
berbagai variasi. Cara penambangan terbuka jarang dilakukan. Penggalian
bijih pada tambang dilakukan dengan cara system block cavibg, room,
pillar, dan cut and fill. Timah hitam ditemukan di Kotanopan (Sumatra
Utara), Jawa Barat (Konggol, Cikondang), dan kalimantan Timur (Berau).
Di Indonesia, timah putih banyak terdapat di Riau (Singkep, Bangkinang,
Karimun, dan Kendur), Jambi, dan Sumatra Selatan (Bangka).
a. Timah hitam
banyak digunakan orang untuk campuran campuran
logam seperti tipe metal
dan solder. Timah hitam juga banyak digunakan untuk bahan-bahan industri
cat, keramik, kilang minyak, karet, dan industri kimia.
b. kegunaan timah
putih pada umumnya untuk pelapis logam-logam
seperti baja, tembaga, dan
lain-lain. Timah putih dapat digunakan untuk pembuatan perunggu,
pembuatan kuningan, gelas, keramik, pipa, stabilizer dalam plastik,
pengawet kayu, dan banyak lagi kegunaannya.